Hari ini mau mulai maraton ngejar 30 Days Writing Challenge (30DWC). Tema #Day1 adalah 10 hal yang bisa membuatku benar-benar bahagia.
Rasanya ada banyak hal yang bisa buat aku bahagia. Hal sederhana macam
makan pecel dengan saus kacang enak dan enggak pedes aja udah bisa buat aku bahagia. Tapi, pas
mau direkap begini rasanya susah. Nggak tahu mau nulis apa di nomor
satu, dua, dan seterusnya. Yah mungkin buat aku pribadi, yang namanya
kebahagiaan itu lebih mudah kalau terjadi begitu saja daripada dipikirkan.
Tiba-tiba membuat tertawa, senyum atau hati puas.
Maka, yang akan kutulis sekiranya hanya yang kuingat
saat ini. Bisa jadi, ada hal-hal yang bisa buat aku lebih bahagia daripada 10 hal
ini.
1. Bisa tidur nyenyak
Aku susah tidur nyenyak kalau pikiran terus
"kerja". Badanku bisa aja cuma rebahan, enggak melakukan apa pun.
Tapi, pikiranku jalan terus. Berpikir banyak hal, yang biasanya kupertanyakan.
Pernah suatu kali aku berpikir "manusia hidup itu untuk apa? untuk
matikah?" atau "raga manusia nantinya akan jadi tanah lagi. Lalu buat
apa facial dan semacamnya. Haha"
atau seperti waktu kecil pernah berpikir tentang Tuhan. Itu bener-bener
membuatku nggak bisa tidur nyenyak. Kemudian badan rasanya nggak enak. Itulah
kenapa aku bahagia sekali kalau bisa tidur nyenyak.
2. Makan
sesuatu yang enak
Ini hal yang kuanggap membahagiakan karena kadang aku masih ingat rasanya dan
ingin mengulangnya lagi. Waktu SMP, aku pernah main ke rumah teman, namanya Dessy.
Neneknya sangat pintar masak. Aku pernah disuguhi roti tawar dengan kuah santan
sebagai sarapan. Rasanya enak sekali. Waktu lebaran, aku disuguhi keciput (kue
khas lebaran Kudus). Rasanya juga enak sekali. Sampai sekarang, perasaan senang
makan dua hidangan itu nggak pernah terlupa. Dan ingin kuulang lagi.
3. Siswa
yang kuajar nyaman denganku
Kebahagiaan yang ini susah diungkapkan. Jelasnya, aku
bahagia saat mereka bilang kangen berada di kelas dan belajar denganku. Saat
liburan datang, mereka ingin segera bertemu denganku. :')
4. Berada di
ruangan yang penuh buku dan diberi buku
Aku sangat bahagia berada di antara buku-buku. Aku
pernah menghabiskan 7 jam di bazar buku. Dan aku suka sekali jadi tempat sampah
buku. Hahaha. Suka sekali kalau diberi buku gratis. Sering ikut giveaway tapi nggak pernah menang—kecuali yang mengadakan giveaway teman sendiri (seringnya sih,
Frida).
5. Bisa
mengalahkan malas
Aku ini sering malas melakukan sesuatu. Lebih sering leyeh-leyeh main handphone. Dan.yang kudapat setelahnya hanyalah rasa sesal. Karena kerjaan
jarang yang selesai. Nah, kalau aku bisa mengalahkan malas, rasanya seperti bisa
mengalahkan bisikan syetan. Bahagia!
6. Lihat
orang tuaku tertawa
Orang tuaku, terutama ibuku, sering sekali termenung.
Wajahnya serius sekali. Seperti memikirkan masa depan seluruh
penghuni dunia
20 tahun mendatang. Aku nggak tahu persis apa yang mereka pikirkan. Mungkin memikirkan nasib anaknya yang jomblo
ini—sementara teman-temannya sudah menikah dan punya anak—atau mikirin hal lain.
Tertawanya mereka itu kebahagiaan. Dan aku rasa, tertawanya orang tua memang
kebahagiaan buat semua anak di dunia ini.
7. Ngobrol sama orang humoris
Ini dalam artian selera humornya satu resonansi denganku, yah. Aku ingat sekali, dulu pernah tertawa
selama kurang lebih 10 menit tanpa henti. Gara-gara aku ngobrol lewat telpon
dengan seseorang yang humoris. Yah, aku sangat rindu bertemu dengan orang yang
semacam itu. :'D
8. Diingat
teman
Aku tahu, aku tipe orang yang mudah dilupakan. Dulu,
jaman sekolah, setelah lulus jarang yang mengingatku. Kecuali mereka pernah satu
kelas denganku. Atau bahkan, mereka selama tiga tahun itu, nggak tahu kalau ada
aku di angkatannya. Di suatu acara atau perkumpulan atau komunitas juga begitu.
Mungkin ini salah dan kekuranganku dalam bergaul. Jadi, rasanya aku bahagia sekali
kalau ada yang ingat aku.
9. Dijadikan
teman curhat
Gimana ya, aku merasa diriku ini "ada" di
mata orang lain, walau hanya sebatas dijadikan pendengar setia.
10.
Menyelesaikan "list to do"
Aku sering membuat list to
do hari ini, minggu ini, bulan ini bahkan tahun ini. Kalau bisa selesai, ya
senang. Kalau nggak selesai, kadang menyesal kadang nggak. Tergantung alasan kenapa nggak
selesai. Tapi, aku lebih senang kalau semua atau sebagian list to do-ku selesai.
Sebenarnya masih ada satu lagi. Aku akan bahagia kalau punya tujuan hidup. Atau paling nggak, aku
tahu arah yang dituju untuk hidup. Kadang aku nggak tahu, aku ini mau apa.
Misal nih ya, setelah lulus, teman-temanku ada yang S2, ada yang menikah.
Sementara aku, belum tahu pasti mau S2 ambil jurusan apa, di mana dan kejar beasiswa mana. Menikah pun.
Aku nggak tahu mau nikah kapan dan kapan mulai cari gebetan. Hahaha. Kadang, rasanya hampa saat nggak punya tujuan. Cuma santai,
ngalir sama nasib. Sudah. Hampa
Udah, itu 10 hal, eh 11 hal yang bikin aku bahagia.
Dan lebih ngelantur
ke curcol. :D


0 komentar:
Posting Komentar