Senin, 29 April 2013

mekanika vs listrik magnet

mana yang akan dipilih ketika keduanya sama penting? harus ada proporsi seimbang. namun waktu yang ada tak bisa menyeimbangkan. padahal saya juga belajar tentang keseimbangan. namun ketika di hadapkan dengan pilihan yang seperti itu, saya tidak tahu mana yang lebih utama. keduanya sama penting. keduanya sama berarti. mekanika, listrik magnet.
akhirnya saya menentukan proporsi yang tidak seimbang. dan akhirnya..... ketidakseimbangan pula yang saya dapatkan dari ulah saya sendiri.... :(

Sabtu, 27 April 2013

mencintai dalam diam

satu hal yang tak ku mengerti
tentang aku dan dirimu
rasa semu yang telah kau sanjungkan untukku
kau membuatku berada di tempat tertinngi akan rasamu
dan kau pula yang membuatku terjatuh, tanpa bisa berdiri kembali
ada hal yang tak ku mengerti tentang rasa
rasa ku yang tulus kepada penjahat sepertimu
atas semua ocehan yang tak pernah kau pedulikan
dari semua rasa yang selalu kau acuhkan
apa kadarnya ketulusan bukankah sesuatu yang bisa dibanggakan?
namun bagimu semua itu hanyalah ego belaka
terkadang aku juga tak mengerti tentang cinta, mencintai, dan dicintai
bukankah mereka adalah satu kesatuan utuh?
ternyata aku salah
itu bukan untuk ku dan untuk mu
itu bukan rasa ku dan rasamu
itu hanyalah rasa tulusku dan rasa semu mu
cinta yang ku maknai, bukan seperti syair dalam lagu
bukan seperti lagu oleh pujangga
dan bukan seperti kaidah yang telah ditetapkan sebelumnya
mencintai adalah kamu
dan dicintai bukanlah aku
aku akan selalu mencintaimu dalam diam

dear 121212, ikan B ku, karena akuariumku tak pernah lengkap tanpamu
teruntuk mas B

LINGKARAN HIDUPKU DAN HIDUPMU, AKANKAH KEMBALI TERKAIT??? SETELAH KAU KELUAR DARI LINGKARAN HIDUPKU.... :(

entahlah

entahlah
apa yang sudah aku lakukan pada diriku dan hidupku..
aku hanya diam diantara seribu manusia pengoceh sejati
tidak mengikuti arus, namun juga tidak melawan
entahlah
apa yang sudah kulakukan untuk orang- orang di sekitarku?
aku hanya pendengar dalam jerit suara hati yang pasrah
tidak ada gelengan atas pikir yang meronta
entah, entah, dan entah
apa yang akan aku lakukan untuk semuanya?

Jumat, 19 April 2013

realitas uangkapan "kalau jodoh tak kemana"

" kalau jodoh tak kemana" katanya...
ungkapan lama yang tak berubah seiring dengan perubahan zaman. heran banget ya, teknologi saja sudah semaju ini. petuah tetua kog tidak bergeser sedikitpun. tapi, tunggu dulu..... baca dulu kisah yang satu ini... ini adalah sepercik kisah hidup saya..

menengok 7 tahun silam, saat saya duduk di kelas 6 sebuah Sekolah Dasar (SD pendeknya). sekolah mengadakan perpisahan di Gunung Muria ( salah satu tempat wisata di kudus ). yang namanya gunung, gag cuma gunung- gunung saja objeknya. tersebutlah sebuah air terjun yang indah ( pada saat itu), "montel" dijuluknya. setelah melewati beberapa ritual perpisahan bersama guru dan kawan- kawan, tibalah saat kita semua menuju " montel". suasananya sangat ramai. saya berjumpa dengan berpuluh- puluh wajah asing. namun, ada satu wajah asing yang saya temui dalam situasi tak terduga. puas bermain di montel, guru- guru sudah mengkodekan untuk kembali ke posisi semula. jalan yang dilewati untuk dan dari montel bukanlah jalan biasa. tapi jalan yang membutuhkan perhatian extra untuk kakimu. wuhhhh licinnya minta ampuuunnn... saya dalam perjalanan sedarinya montel. saat hampir melewati belokan, tiba- tiba "bruuuuugggggg... debbbuuuggg...." seorang gadis seumuranku tersungkur dihadapan. lengkap dengan jaket jeans longgar, dengan style rambut agak ikal. sayang sekali, refelksku untuk menolongnya datang terlambat. teman yang datang bersamanya sudah menolong. kemudian, saya hanya mengamati saja. dia dibantu duduk. hanya kuliahat ekspresi wajahnya. tak ada niat mengingat.
begitu sekiranya kejadian 7 tahun silammm.. dan sekarang, ayo kita flashback ke 4 tahun silam kehidupanku.. saat aku menjalani sebuah masa orientasi di salah satu SMA di kudus. SMA 1 BAE KUDUS tercintaku... masa- masa mendebarkan buat saya dan teman sejawat saya. 3 hari itupun saya lalui dengan terus menempel bersama sahabat dekat saya waktu SMA. desy dan vivi namanya. setelah MOS, desy dan vivi berencana untuk sebangku. dan saya, duduk sebangku dengan tiara, teman baru di kelas baru ini. ternyata benar, manusia hanya bisa merancang, tetap Tuhan yang menentukan. ke esokan harinya, setelah MOS, saya di hadapkan dengan kenyataan dimana tiara duduk dengan teman duduk saat MOSnya yang sudah di atur kakak pendamping. dan saya?? masih duduk sendiri. hingga semua bangku penuh. kecuali bangku di sebelahku, dan bangku seorang cewek yang duduk di depan. atas saran ketua kelas, maka dia bergabung denganku. kita baru berkenalan, dan mencoba mengakrabkan diri. beberapa hari berjalan lancar. dia pribadi yang baik. namun belum sepenuhnya ku kenal dia. waktu yang membuat kita dekat. 
saat mata pelajaran bahasa indonesia, tersebutlah sebuah tugas dari bu guru. suruh buat cerita tak terlupakan. yahh yang namanya teman sebangku, sudah dekat pula, tak ada kata rahasia untuk sebuah tugas. dia baca ceritaku, dan aku sebaliknya. tibalah saat aku membaca ceritanya. dia bercerita tentang dirinya yang pernah jatuh di jalan menuju montel, saat kelas 6 SD. saya langsung terkejut dan mengorek informasi darinya. aneh tapi nyata, dia lah orang yang jatuh di hadapanku dulu. saat aku juga berkunjung ke montel. 
kita pernah bertemu dalam status "orang asing" saat kelas 6 SD. dan sekarang kita dipertemukan lagi dalam "ikatan persahabatan" di kelas 3 SMA. dia adalah sahabat saya DIYAH AYU LESTARI, yang kebetulan nama belakangnya sama denganku. dia orang yang dengan sabar dan tanpa bosan menjadi teman sebangku saya selama 3 tahun di jenjang SMA. dia orang yang selalu berada di sisi saya, walau bukan dalam artian "raga". dialah "jodoh" untuk makna "sahabat karib" buat saya...
ungkapan " kalau jodoh tak kemana" walau hanya sebuah ungkapan lawas, but I believe  that.. :)
ini Putri Lestari bersama Diyah Ayu Lestari di jaman SMA, seragam coklat... muka "unyu- unyu" kita...haha...
tulisan ini saya dedikasikan buat sahabat saya @diyahayulestari

oleh: putri9293

 


Kamis, 18 April 2013

Rabu, 17 April 2013

alam berbahasa, belajarlah dari air

Hiduplah seperti air yang mengalir, tak pernah melawan arus
Bahwa hidup harus mengikuti arus Tuhan.
Arus yang sudah diciptakan Tuhan.
Entah kamu akan mengalir di sungai yang selalu tenang,
Entah kamu harus mengalir melewati air terjun yang curam,
Dan entah kamu mengalir di sungai yang penuh dengan bebatuan,.
Ikutilah arus hidupmu
Mengalirlah dengan senang hati
Entah itu di air yang tenang, di air terjun yang curam, atau di sungai yang penuh dengan bebatuan.
Karena itu adalah arus yang harus kamu lalui.
Untuk menuju laut yang indah,
Dan sebelum kamu berada di samudera yang damai.

dikutip dari coretan di pagi hari oleh putri9293
 

Rabu, 03 April 2013

Mendung. namun tak juga datang pelangi itu.
minggu ini terlalu banyak hujan, namun tak satupun pelangi datang.
hanya ada gelisah, megingat masa lalu.
ini bukan sajak yang indah, ini hanya ocehan sesaat
selalu ada moment seperti ini
sejak hari yang tak pernah ku duga mendatangi
aku benci
aku geram
aku kesal
dan aku....
semua perasaan tak nyaman selalu menghampiri untuk kian waktu kujalani
bosan
aku ingin berkibar
dan aku harus berkibar
semngat

3 april 2013 4:51 pm