Tahun
ini, saya sengaja tidak membuat resolusi. Hanya ingin mencoba sesuatu yang
berbeda dari tahun sebelumnya. Karena saya sedang mengurangi apa-apa yang tidak
saya nikmati sebelumnya. Tapi, challenge
ini justru menyuruh saya membuat lima “resolusi”. Maka, saya mulai memikirkan
dan membuatnya. Dan, hanya ini yang bisa saya buat.
1.
Lebih
mencintai Tuhan
Adakalanya saya
menikmati shalat saya. Merasa berbicara dengan Tuhan saat itu. Menyerahkan
segalanya pada Tuhan. Tidak mencemaskan banyak hal dalam hidup. Kemudian saya
mendapatkan ketenteraman hati yang sangat nikmat. Tapi, adakalanya saya shalat dengan
tergesa-gesa karena merasa ditunggu murid les. Saat dalam keadaan seperti itu, ketenteraman
saya dalam hidup akan berkurang. Saya menjadi orang yang memikirkan atau
mencemaskan banyak hal. Hingga lupa bahwa semua itu harus diserahkan pada Tuhan
Yang Mahakuasa. Saya tahu, yang namanya iman itu naik-turun. Seperti hati yang
mudah terbolak-balik. Tapi, saya berharap bisa lebih banyak mencintai Tuhan. Lebih
dari tahun sebelumnya.
2.
Tidak
banyak malas
Satu hal yang ingin
saya capai setiap hari dan sepanjang tahun adalah mengurangi rasa malas. Setiap
hari dan sepanjang tahun, yang ingin saya ingat di kepala adalah kata jangan
malas. Kata itu juga yang ingin saya bisikkan ke hati, kemudian saya genggam.
3.
Berani
memulai tanpa memikirkan kesempurnaan
Saya ini cukup
perfeksionis dan tidak mau memulai sesuatu jika hasilnya tidak sempurna. Tahun
ini, saya menyadarinya dan tidak ingin mengulaginya. Saya sudah lelah menyesal
karena tidak menghasilkan apa pun—bahkan sesuatu yang tidak sempurna. Saya
sudah lelah tidak berani mencoba karena merasa bukan ahlinya. Tahun ini, saya
ingin mencoba dan ingin berusaha. Lebih mengeluarkan kemampuan daripada
memikirkan kemampuan saya.
4.
Mempertahankan
orang-orang di sekitar
Saya bukan orang
terbaik dalam menjaga hubungan—pertemanan. Ada saatnya, saya merasa “stress”
karena banyak pikiran, hingga memilih untuk tidak bersosialisasi dengan mereka.
Atau berpikir bahwa sekedar ngobrol basa-basi dengan teman yang berjauhan itu
tidak begitu penting. Sesekali menghubungi mereka untuk bertanya kabar juga
tidak begitu penting. Padahal, itu satu-satunya jalan komunikasi. Karena sudah
tidak bisa tatap muka langsung. Lalu, yang saya dapatkan adalah kehilangan. Saya
tidak ingin mengulanginya lagi.
5.
Lebih
membahagiakan diri dan orang-orang tersayang
Seperti yang sebelumnya saya
bilang, saya ingin lebih menikmati. Maka, yang bisa dilakukan adalah lebih
banyak membahagiakan diri sendiri. Membebaskan diri untuk melakukan apa-apa
yang disukai. Membebaskan mental dari dugaan pandangan orang lain, agar tidak
ada beban. Kemudian, mulai membahagiakan orang-orang di sekitar. Saya ikut
bahagia ketika mereka bahagia karena saya. Dan, saya baru menyadari ini.
Hanya
itu yang bisa saya tuliskan sebagai “resolusi”. Ngomong-ngomong, saya merasa
lebih nyaman menulis resolusi semacam ini. :-)


0 komentar:
Posting Komentar