Ingin rasanya aku menuliskan kalimat bijak dari orang
tuaku. Tapi, mereka lebih sering memberi contoh padaku lewat tindakan daripada
ucapan. Semakin dewasa, aku semakin jarang ngobrol dengan mereka. Aku tidak
tahu kenapa.
Aku juga bingung kalau harus disuruh menuliskan
kalimat bijak yang kuingat. Ada banyak, tapi tak semuanya kuingat tepat.
Maka, aku akan menulis satu kalimat bijak dari
seseorang yang kukagumi. Kalimat ini lengkapnya adalah sebuah doa kepada
Tuhan. Kuambil sebagian saja.
"Tuhan, tetapkanlah pikiran kami selalu melangit.
Dan dengan hati yang terus membumi."-Pidi Baiq.
Aku suka dengan kalimat itu. Entah
termasuk kalimat bijak atau tidak, yang jelas aku merasa melakukan sesuatu yang
“lebih tepat” ketika sudah mengenal kalimat itu daripada sebelumnya. Pikiran
dan hati lebih selaras.


0 komentar:
Posting Komentar