Untuk
seseorang di masa lalu...
Hai,
sekarang kamu sudah jadi apa? Apa kamu masih susah dibangunkan? Ah, aku hanya
bertanya saja. Tidak ada maksud untuk mengungkit masa lalu itu. Tapi, aku perlu
memberi tahumu bahwa kamu harus membaca surat ini. Aku merasa masih ada yang
mengganjal.
Dulu,
kita sama menghilang dengan tidak baik. Mungkin saat itu kita sedang emosi dan
belum dewasa. Jadi, hanya itu yang bisa kita lakukan.
Kamu
perlu tahu, bahwa di balik semua yang kita lalui, aku ingin semuanya—di antara
kita—berubah jadi baik. Aku ingin, suatu saat nanti saat bertemu di jalan kita
bisa saling tersenyum. Bukan saling membuang muka dan merasa tidak kenal.
Hey,
aku yakin sekarang kamu sudah lebih dewasa daripada saat itu. Aku juga begitu. Jadi,
mungkin suatu hari nanti kita bisa bertemu dan memperbaiki segalanya. Bukan
mengubah apa yang telah kita jalani sekarang. Hanya memperbaiki apa yang buruk
di masa lalu. Dan, bersama-sama menertawakan sikap kita di masa lalu itu. Ditemani
dua gelas teh hangat.
Tapi,
aku tidak bisa berharap banyak. Jika kamu masih sekeras dulu, maka pertemuan
itu tidak akan pernah ada. Tidak ada pula tegur-sapa di antara kita. Bahkan,
sejarah antara kita tidak akan pernah kamu anggap.
Salam
hangat,
putri
lestari


0 komentar:
Posting Komentar