Selasa, 31 Januari 2017

30DWC #Day26: You’d like to improve



Hal-hal yang ingin saya jadikan lebih baik termasuk salah satu yang sedang saya perjuangkan. Apalagi kalau bukan memberantas rasa malas pada diri saya.
Kadang, saya rindu dengan masa-masa SD dan SMP. Saat saya menjadi seorang yang rajin. Waktu SD, setiap tahun ajaran baru kita dipinjami buku paket dari sekolah dan membeli buku pendamping latihan. Buku pendamping latihan ini tidak tebal seperti buku paket. Saya masih ingat, kertasnya buram. Isinya berbagai latihan dan bacaan berupa cerita. Dan, saya selalu menghabiskan buku itu di hari yang sama saat buku dibagikan.
Untuk buku paket, favorit saya adalah buku paket Bahasa Indonesia. Ada banyak cerita di sana. Begitu dipinjami, saya pasti langsung membacanya saat istirahat dan sesampainya di rumah. Dalam sehari, saya sudah membaca semua cerita di dalamnya.
Buku paket pelajaran eksak seperti matematika, selalu saya kerjakan selangkah lebih maju dari apa yang diajarkan di kelas—mungkin kebiasaan ini yang membuat saya lebih suka sesuatu yang dipersiapkan sebelumnya daripada dadakan. Misal, di kelas baru latihan lima, maka saya sudah mengerjakannya sampai latihan tujuh atau delapan. Biasanya, saya mengerjakan soal-soal matematika selepas shalat subuh. Saat masih hening dan udara dingin. Saat teman-teman saya lebih banyak yang masih tidur. Bapak mengajarkan bahwa belajar selepas shalat subuh itu bagus. Pikiran masih fresh. Dan, saya membiasakan diri untuk itu.
Entah bagaimana, semakin ke sini, kerajinan saya semakin menurun. Masa-masa kejayaan kerajinan saya adalah waktu SD dan SMP. Sekarang, saya tidak serajin dulu. Novel-novel yang ingin dibaca menumpuk. Sebulan bisa menghabiskan satu novel saja sudah bagus. Rasanya susah sekali meluangkan waktu mengerjakan ini-itu yang sudah direncanakan. Padahal dulu saya bisa melakukan lebih.
Maka, saya berharap bisa mengurangi rasa malas.


0 komentar:

Posting Komentar