Jumat, 07 September 2018

Memaafkan Diri Sendiri




“Setiap keputusan yang diambil orang lain bukan tanggung jawabmu.”

Saya mengucapkan nasihat itu pada diri sendiri berkali-kali untuk mengurangi rasa sakit di hati. Beberapa waktu lalu, saya mendengar bahwa seseorang sangat terganggu dengan keberadaan saya. Kehadiran saya membuatnya sangat taak nyaman hingga tak kuat. Lalu, hati saya merasa sangat sakit. Saya membenci diri sendiri.

Sebelumnya saya tak pernah menjadi pengganggu bagi orang lain. Jutru sebaliknya, selama dua puluh tahun lebih menjalani hidup, sayalah yang menjadi objek untuk diganggu. Mulai dari digunjingkan kekurangan fisik, dibicarakan sesuka mereka karena saya dulu sangat pendiam dan takut marah saat mendengar desas-desus tentang diri ini. Sekarang, ketika saya menerima kabar bahwa saya adalah pengganggu, saya merasa sangat hancur.

Saya menyalahkan diri sendiri selama beberapa hari. Setiap teringat, hati saya sangat sakit, dada saya sesak, hingga air mata keluar. Pikiran saya terus dihantui rasa bersalah. Pertanyaan kenapa. kenapa dan kenapa sering muncul di kepala. Kadang ada rasa marah dalam diri, tetapi kadang juga ada rasa benci. Saya diambang kebingungan yang menyakitkan.

Farrah membantu saya melewati hari. Obrolan kita kemarin malam sedikit mengurangi rasa bersalah yang muncul. Tapi, keesokan harinya saya mulai merasa seperti itu lagi. Rasa bersalah muncul, membenci diri sendiri atas apa yang terjadi. Hari ini, air mata menetes lagi mengurai dada yang terasa sangat menyesakkan.

Hari ini, saya ingin mengakhiri semuanya. Saya tak suka berlarut-larut merasa bersalah dan membenci diri sendiri. Saya harus keluar dari semua belenggu itu, agar hidup kembali normal. Agar saya bisa merasa bahagia lagi, hanya dengan hal-hal receh dan sederhana. Agar saya bisa tertawa lepas seperti biasanya. Maka, saya ingin mengatakan pada diri sendiri bahwa berbuat kesalahan bukanlah hal yang abnormal. Semua orang pasti pernah membuat kesalahan, entah hanya sebesar biji kacang atau sebesar buah semangka. Apa pun itu, maafkanlah diri sendiri atas semua kesalahan yang dilakukan. Agar bisa berjalan maju untuk hidup yang lebih luas.

“Maafkanlah dirimu sendiri. Lepaskanlah semua beban dan luka yang pernah ada, agar kau bisa membahagikan dirimu seperti biasanya.”

*merasa lega setelah menulis. emang bener, buat aku, menulis itu menyembuhkan.


0 komentar:

Posting Komentar