Minggu, 14 Januari 2018

Random Writing Challenge: Something I always wanted to do but...



What’s something you’ve always wanted to do but haven’t? Why not?

Sore tadi, saya memutuskan untuk menulis review drama korea ‘While you were sleeping’ di blog, sekaligus untuk disetorkan ke #1minggu1cerita. Drama tahun 2017 yang sangat hits dan sudah saya tuntaskan lama, tapi belum menulis reviewnya. Tapi, saya malah tertidur di depan televisi karena badan sedang tidak fit. Menjelang malam, saya bersiap menulis reviewnya. Di depan laptop saya mengambil ancang-ancang dan mengurungkan niat. Karena ada beberapa hal yang ingin saya bahas di review itu. Waktu tak cukup untuk mendapatkan data yang saya inginkan kemudian mengolahnya menjadi tulisan. Sejenak, saya memutuskan untuk bolos menulis di blog saja minggu ini. Saya tak tahu harus menulis apa. Pencarian saya pun tertuju pada tema writing challenge—tahun lalu saya rajin ikut writing challenge seperti yang saya ceritakan di postingan sebelumnya dan saya tahu jika tema yang ditawarkan menarik. Saya membaca tema-tema itu, kemudian memutuskan untuk membuat “Random Writing Challenge” di blog, yaitu postingan yang temanya diambil dari Writing Challenge secara acak. Kemunculannya di blog ini pun secara acak, karena saya tak bisa menjanjikan menulis tema itu dalam jangka waktu tertentu.
Tema ini sangat mencerminkan diri saya. Why? Karena saya tipe orang yang kepercayaan dirinya rendah dan suka pesimis di awal, bahkan sebelum semuanya dimulai. Hahaha! *tertawa sedih. Ada banyak hal yang selalu ingin saya lakukan; menulis buku sains untuk anak-anak, membuat blog khusus pendidikan, mengungkapkan ketidaksukaan saya pada sikap seseorang secara gamblang, dan lain-lain. Kali ini, saya akan membahas tiga hal saja. Tiga hal krusial yang begitu ingin saya lakukan selama setahun belakangan.
Saya ingin belajar memasak dan membuka bisnis kuliner. Berkali-kali saya menabung untuk membeli mixer, oven dan alat masak lainnya, tetatpi tabungan itu pada akhirnya selalu saya gunakan untuk hal lain. Alasannya sederhana, karena saya tak merasa yakin bisa menghasilkan masakan yang enak untuk dijual. Saya mulai memikirkan, bagaimana jika uangnya digunakan untuk keperluan lain yang lebih berguna. Pikiran ini yang membuat saya selalu urung membeli perlatan masak lengkap, belajar memasak lebih dalam dan membuka usaha.
Selanjutnya saya ingin rutin yoga. Ah, entah kenapa yang ini sangat susah sekali. Saya sudah mengumpulkan video yoga dan menontonnya. Seminggu berjalan dengan baik, tetapi setelahnya saya selalu absen. Huhuhu *menangis
Terakhir, saya ingin pindah ke luar kota. Saya merasa tidak bisa berkembang di sini. Dan, saya juga tak akan dapat gebetan kalau terus di sini. Hihihi. Tapi, pikiran tentang orang tua saya membuat ingin tetap tinggal. Saya ingin menemani mereka dan melayani mereka. Lama-lama perasaan semacam itu membuat saya sakit, karena terus bertahan pada sesuatu yang sebenarnya “mencekik” leher sendiri.

Why not?
Saya merasa mendapat kekuatan dari kata itu. Why not? why not? Iya ya, why not? *membisikkan berulang-ulang pada hati terdalam.


*ditulis untuk #1minggu1cerita


Minggu, 07 Januari 2018

Awal 2018: Sisi Baru


Hari ini, tepat seminggu di tahun yang baru. Sebelumnya, saya telah menulis tentang penyesalan begitu dalam di postingan akhir tahun 2017. Terlalu banyak waktu terbuang sia-sia hanya untuk berpikir, bersantai dan terpuruk di dua tahun terakhir. Akhir tahun kemarin, saya sadar seharusnya saya tak seperti itu. Seharusnya, saya beranjak. Ke mana pun. Entah ke tempat salah atau benar. Saya benar-benar menyesal.
Sekarang saya ingin menuliskan beberapa sisi baru dalam diri maupun hidup saya. Barangkali ini bisa menjadi pengingat, ketika di sepertiga jalan saya mulai lelah. Karena saya sering kehabisan tenaga, bahkan sebelum sampai di tengah perjalanan. Inilah beberapa sisi baru yang perlu saya beri tahukan pada diri sendiri.

Pertama. Saya berlari secara “sprint” dalam menjalani apa pun di tahun kemarin. Bulan Januari tahun lalu, saya bisa menulis 41 tulisan di blog. Saya mengikuti berapa program Writing Challenge di blog maupun di instagram. Ketika melihat pencapaian saya yang hebat seperti itu, saya merasa bahagia luar biasa. Karena di tahun 2016 saya tak pernah mencapai angka sepuluh untuk frekuensi tulisan di blog per bulan. Tapi, yang terjadi setelahnya adalah saya kelelahan. Di Bulan Februari, saya tak sampai menulis lima tulisan di blog. Ini menyedihkan. Maka, kali ini saya memberi tahu diri bahwa sebaiknya kita berlari marathon saja. Tak usah melesak dengan tenaga penuh di awal, tetapi kemudian kelelahan sebelum sampai tengah perjalanan. Lebih penting menjaga stamina selama perjalanan agar bisa sampai di akhir tujuan. Semoga di akhir tahun, saya akan mendapatkan hasil yang berbeda jika mencoba cara ini.

Kedua. Sungguh, waktu sangat berharga! Saya sudah sering mengatakan ini pada diri sendiri. Tapi apalah daya, hasrat leyeh-leyeh sering sekali muncul. Apa lagi ketika sama sedang dalam mode PMS. Saya hanya mau tiduran, stalking idola, nonton drakor, nonton running man, dan menatap olshop selama berjam-jam. Padahal saat itu ada beberapa kerjaan yang harus saya selesaikan. Entah koreksian, tulisan atau yang lain. Saya biasanya lebih senang memenangkan hasrat leyeh-leyeh itu. Tapi, akhir tahun kemarin saya mengalami penyesalan luar biasa. Maka, tahun ini saya bisikkan pada diri ini, agar lebih kuat dalam melawan diri sendiri. Ada yang pernah bilang bahwa perang yang paing susah adalah perang melawan diri sendiri. Ini seribu persen benar. Tahun ini, saya harus bisa melawan diri sendiri lebih keras lagi. Saya harus mempergunakan waktu dengan sebaik mungkin, tanpa melupakan memberi waktu istirahat atau bersenang-senang. Karena waktu tak akan pernah kembali.

Ketiga. Hilang arah atau tujuan hidup sudah saya alami selama dua tahun belakangan. Sayangnya, yang saya lakukan hanyalah merenung, berpikir dan diam. Ketika saya menyadari bahwa bertindak jauh lebih penting, penyesalan itu dangat bertubi-tubi. Saya ingin menerapkan sesuatu yang berbeda tahun ini. Karena saya telah menemukan/menyadari beberapa hal setelah waktu yang banyak sia-sia kemarin. Saya ingin menekuni apa yang sudah saya putuskan untuk menjadi fokus. Mungkin apa yang saya putuskan untuk menjadi fokus tahun ini berbeda dengan tahun kemarin, Tapi, saya ingin melakukannya dengan baik tahun ini. Saya percaya, asal dilakukan dengan tekun dan konsisten, saya pasti bisa mencapai sesuatu tahun ini.

Keempat. Jaga semangat! Lihat dan ingat ibu, agar semangat! Raih sesuatu tahun ini!

Pada akhirnya, saya perlu menyadari bahwa setahun bukan waktu yang pendek, bukan jalan yang pendek untuk arena lari marathon. Stamina harus benar-benar dijaga dan di-refresh. Tapi, setahun juga bukan waktu yang panjang. Jika ingin meraih sesuatu tahun ini, maka harus benar-benar start dari awal tahun. Tak boleh menunda start atau terlalu banyak berhenti. Dan, sadarilah bahwa tahun kemarin terlalu banyak penyesalan. Kalau akhir tahun ini tak mau sama, maka jangan jalani hari di tahun ini dengan hal yang sama dengan tahun sebelumnya.

Putri
*ditulis untuk #1m1c

*sumber gambar: google