Selalu ada yang bisa
disyukuri.
Selalu ada yang
membahagiakan.
Selalu ada bunga yang
mekar, walau kemarau panjang.
Otak saya mulai
memproduksi kalimat-kalimat di atas, saat berulang tahun minggu lalu. Tepat di
hari ulang tahun, saya mendapat ucapan selamat dari beberapa teman. Paling
spesial, dari Frida. Dua bulan sebelum ulang tahun, saya mengingatkan Frida
untuk membuatkan Doodle—karena waktu itu dia lagi getol mainan doodle. Sambil
bercanda saya meminta dibuatkan Doodle saat berulang tahun. Frida
mengabulkannya, bahkan membuatkan video saat dia menggambar doodle tersebut.
Saya terharu. Terima kasih, Frida.
Saat itu, saya belum
memaknai usia baru dengan hal yang spesial. Saya hanya berpikir bahwa usia
bertambah, maka saya harus hidup dengan lebih baik dari sebelumnya. Kemalasan, pesimis,
kehilangan arah, menunda, dan semua hal negatif yang saya alami sebelumnya
harus dimusnahkan. ‘Coba saja semuanya!’ itu yang ingin saya lakukan di usia
baru.
Hari berlalu, moment
ulang tahun saya kira sudah selesai. Tapi, saya mendapatkan sesuatu di luar
dugaan. Murid-murid les memberi kejutan secara bergantian, selama beberapa
hari. Saya sungguh berterima kasih pada mereka. Saya sangat terharu dengan apa
yang mereka lakukan. Saya sangat mensyukuri kebersamaan dengan mereka. Dan,
mereka menunjukkan kasih sayangnya di saat yang tepat.
Ketika saya mulai
merasa karir ini tidak berjalan ke arah mana pun. Bahkan tak berjalan ke arah
yang saya inginkan. Saya sering merasa lelah dan ingin berlari ke tempat lain
agar menemukan hal lain, yang mungkin saja membuat saya lebih maju. Tapi, kalau
dipikir lagi, jika dahulu saya benar-benar lari, maka ikatan dengan mereka
mungkin tak akan sekuat ini. Tak akan ada cerita-cerita dunia remaja
menggemaskan dari mereka. Tak akan motivasi dan doa yang saling kita lontarkan
(saya beroda untuk mereka, mereka beroda untuk saya).
Saya pun kembali
memikirkan apa yang terjadi belakangan. Kemudian, rasa syukur muncul menggetarkan
hati. Betapa saya telah menjalani hari-hari yang mengesankan bersama mereka
selama hampir tiga tahun. Karir saya memang tak berjalan sempurna (tak seperti
yang saya inginkan), tapi saya mendapatkan sesuatu yang lain—yang sama
berharganya.
Semua ini seolah
mengatakan pada saya bahwa selalu ada hal baik diantara hal-hal yang dipandang
kurang memuaskan. Dan, yang saya butuhkan dalam setiap hal yang saya alami
adalah berpikir positif dan bahagia. Karena dengan berpikir positif dan selalu
bahagia, saya bisa melihat hal-hal baik dalam hidup. Saya bisa terus melakukan
hal positif dan bermanfaat untuk orang lain. Saya bisa selalu bahagia, dengan
apa pun yang terjadi.
Dua hal ini, akan saya
jaga untuk hari-hari selanjutnya. Terima kasih, semuanya.
