Aku
lagi antusias dengan hal-hal baru. Yang ternyata aku suka, tetapi mungkin saja
dulu aku belum mengerti kalau aku ingin melakukan ini.
Dulu,
saat masih di kost, aku ini orang yang jarang sekali memasak di dapur. Kalau
disuruh membantu masak, pasti porsi terbesarku adalah menyiapkan wadah bersih
dan mencuci semua wadah kotor. Jarang sekali aku mengambil alih dapur. Tapi,
belakangan ini, aku jadi rajin ke dapur. Sudah dua bulan berjalan. Aku belajar memasak dan mencoba resep baru,
di dapur. Aku jadi rajin mencari resep, menonton video masak, dan bertanya
pada teman yang lebih pintar. Pergi ke pasar, ke toko bahan kue, untuk
berbelanja sekarang juga jadi favoritku.
Aku juga sedang antusias dengan scrapbook.
Mengunduh beberapa video tutorial scrapbook yang berdurasi kurang lebih satu
jam tiap video. Pun mencoba membuat scrapbook.
Merancang scrapbook yang akan dibuat. Belajar tentang bahan-bahan yang
digunakan.
Ikut challenge menulis. Selain sebagai ajang
mencurahkan segala sesuatu yang ada di hati tanpa memikirkan aturan-aturan
menulis, ini juga bisa dijadikan alarm biar rajin nulis. Biar blognya terisi.
Lumayan kan, awal bulan di tahun baru ada sekitar 30 tulisan baru di blog.
Hahahaha! Dan, aku belajar untuk berani menunjukkan tulisan tidak sempurnaku
ini. Karena aku punya masalah dengan “perfeksionitas” menurut versiku.
Eksplorasi trotoar adem dan nyaman
untuk jalan kaki. Karena aku suka sekali jalan kaki. Sementara trotoar di Kudus
terbatas dan sebagian besar sudah diiris oleh pedagang pinggir jalan. Jadi,
mencoba beberapa trotoar dan menemukan kenyamanannya adalah sesuatu banget.
Satu
lagi, mewarnai. Karena aku tidak
bisa menggambar, maka aku menyalurkan rasa sayangku pada gambar-gambar bagus ke
mewarnai. Warnanya, suka-suka aku. Bisa dibilang tabrak warna. Tapi,
akhir-akhir ini energi mewarnaiku sedang menipis karene maraton challenge menulis.


0 komentar:
Posting Komentar