Waktu
masih SMP atau SMA, aku orang yang tidak bisa menuliskan kriteria cowok idaman.
Saat teman-temanku lancar menuliskan kata romantis, pintar, setia, dan
lain-lain, aku tidak bisa mengungkapkan satu kata pun. Kalau ditanya kenapa,
dulu aku akan menjawab tidak tahu. Karena aku tidak pernah merenungkannya.
Gara-gara
challenge ini, aku berpikir, kenapa
aku dari dulu susah menyebutkan tentang kekasih idaman. Ternyata, alasannya
adalah aku tidak memandang serentetan hal demikian kalau sudah cocok dengan hal
mendasarnya. Asal orangnya baik, tulus dan asyik. Asal masih sejalan dalam
pemikiran dalam hal-hal tertentu. Waktu SMA, aku pernah jatuh cinta pada laki-laki
yang tidak terlalu tinggi, tidak terlalu pintar, tidak romantis, tapi idealisme
agamanya sejalan denganku. Aku juga pernah jatuh cinta pada laki-laki suka
bolos, suka dihukum waktu upcara karena telat atau tidak pakai topi, tapi bisa
mengusir kesepian yang sering melandaku.
Di
sini, aku akan mengungkapkan kekasih dambaanku berdasarkan hal-hal mendasar itu
dan dibumbui dengan sedikit khayalan. Haha.
Pertama,
aku ingin kekasih yang sejalan denganku tentang prinsip hidup dan agamanya. Misal
nih, setiap hari Minggu, aku mendedikasikan hidupku untuk nonton Running Man.
Hanya untuk bersenang-senang dengan diri sendiri. Nah, ternyata, dia berprinsip
kalau nonton Running Man itu tidak berguna. Lebih baik nonton Golden Ways,
kemudian melarangku nonton Running Man. Sementara bagiku, golden ways dalam hidup bisa didapat dari mana saja, bukan lewat
sebuah acara. Kan, kalau begini tidak sejalan namanya. Maka, aku berharap punya
kekasih yang sejalan denganku. Untuk agama, asalkan caranya mencintai Tuhan dan
menjalani hidup sejalan denganku.
Kedua,
yang sangat kudambakan adalah kekasih humoris. Kalau ini, berhubungan dengan
sifat “sering kesepianku secara sepihak”. Aku pernah sedikit membahas kesepian
sepihakku di postingan sebelumnya. Aku berharap punya kekasih humoris, yang bisa
membuatku tertawa lepas dan melupakan kesepian itu. Tapi, bukan berarti aku ingin
kekasih pelawak, semacam Tukul.
Ketiga,
laki-laki yang asyik. Contoh laki-laki asyik itu seperti karakter yang
dimainkan oleh Kim Woo Bin di film Twenty, pemeran utama di film Mood of The
Day, Landon di film A Walk to Remember, Dilan di novel Dilan, Christian Grey
di Seri Fifty Shades.
Keempat,
tidak ada. Aku susah memikirkan yang lainnya lagi. Selebihnya, jadi diri
sendiri, baik, tulus dan tidak alay. Rasanya akan lebih menyenangkan kalau kita
menjadi diri sendiri, kemudian saling menemukan dan berbagi dalam ketulusan.
Untuk
saat ini, selesai. Lain kali akan kutambah, kalau ada film baru dengan karakter
laki-laki menarik. Haha!



0 komentar:
Posting Komentar