Pertama, orang yang suka banget berkomentar, tanpa
tahu lebih tentang suatu hal. Misalnya nih, kita tahu si X sakit. Si X ini masih bisa
mondar-mandir ke warung dekat rumahnya untuk beli ini-itu. Fisiknya juga terlihat seperti
orang sehat. Tapi, si X nggak pernah nyuci dan jemur baju. Suaminya yang
melakukan. Nah, ada tetangga komentator yang ngomongin si X ini menurutnya
manja. Masih kuat wara-wari ke warung tapi nyuruh suaminya melakukan pekerjaan
rumah. Padahal, sebenarnya sakitnya si X ini memang parah dan tidak boleh kerja
berat. Aku bakal terganggu sama orang macam ini kalau komentarnya sudah sampai
ke kehidupan pribadi.
Kedua, orang yang memandang orang lain dari segi fisik
atau materi. Misal nih ya, petugas yang memberi nomor urut di suatu tempat
berobat. Kalau ada orang biasa yang berobat dia ketus. Senyum aja malas. Tapi, ketika yang baru
datang naik mobil, baju bagus atau tokoh masyarakat, ramahnyaaaaa minta ampun.
Bahkan mau memberikan serobotan antrean. Lah, kita yang antre dari pagi, eh
diserobot.
Ketiga, sama yang suka menasihati tapi nggak mau
menerima nasihat orang lain. Aku merasa seperti berhadapan dengan orang yang
mengaku dirinya sempurna dan tanpa cela. Tapi, dia mengaku dengan mata
telanjang bisa melihat ketidaksempurnaan orang lain. Ini nyebelin!
Em, yang terjadi saat aku menulis ini adalah wajah
orang-orang di sekitarku yang membuat tidak nyaman. Sebaiknya, dicukupkan
sekian. Hha~


0 komentar:
Posting Komentar