Jika berbicara tentang perekonomian mandiri secara
sederhana, maka UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) tak akan luput dari
tinjauan. Keberadaan UMKM telah menjadi bagian penting bagi perputaran roda
ekonomi terutama pada lapisan menengah ke bawah. Sebuah artikel di Koran
Jakarta mengatakan bahwa pemberdayaan usaha
mikro kecil dan menengah (UMKM) merupakan salah satu solusi dalam menggairahkan
pertumbuhan perekonomian nasional dan mengurangi angka kemiskinan. Studi yang
dilakukan Murdani dkk juga mengatakan hal senada; UMKM memberi sekitar
87% kontribusi ke dalam sejumlah badan usaha di Indonesia dan memiliki andil
sebesar 85% dalam penyerapan tenaga kerja. Jadi, UMKM ternyata bisa
"menolong" pertumbuhan ekonomi rumah tangga. Tapi, modal
terkadang menjadi pengganjal majunya sebuah industri mikro ini.
Tak bisa dipungkiri, kehadiran modal merupakan jalan
utama terbukanya sebuah usaha. Modal merupakan hal vital dalam usaha. Tanpa
modal ide-ide kreatif yang berlalu-lalang di pikiran hanya bisa melayang pergi
lalu kandas begitu saja. Dan, pada akhirnya bisnis yang ingin dibangun tak
bergerak ke arah mana pun kecuali di kepala. Bisa saja meminjam modal di bank,
atau koperasi. Tetapi, tak semua orang bernasib sama. Untuk sebuah
bisnis yang baru dirintis dari benih kecil dan akan tumbuh perlahan, meminjam
modal di bank terasa menyekik leher. Dan, provit mereka yang masih tergolong kecil mungkin dianggap tidak
menguntungkan. Lalu, bank tidak bisa menggelontorkan dana pinjaman untuk bisnis
yang berskala mikro. Bisnis yang rencananya hanya dibangun di gang-gang kampung
saja.
Pemerintah tak tinggal diam atas masalah modal ini. Pemerintah memberikan uluran tangan pada mereka yang butuh modal lewat program UMi (Pembiayaan Ultra
Mikro). Program ini untuk membantu usaha dalam skala mikro yang bahkan tak
tertolong oleh kredit melalui bank. Sebenarnya program ini merupakan lanjutan
dari program bantuan sosial beberapa waktu lalu. Jika saya tidak salah ingat,
dulu pemerintah pernah memberikan modal berupa barang untuk beberapa masyarakat
terpilih. Barang tersebut tentu saja barang yang layak dijadikan untuk membuka
usaha. Nah, kalau sekarang, pemerintah memberikan dorongan kepada pelaku usaha
mikro dalam bentuk modal usaha. Maksimal sebesar 10 juta
untuk tiap debitur. Dengan Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Investasi
Pemerintah (PIP) sebagai koordinator dan Lembaga Kuangan Bukan Bank
(LKBB) sebagai penyalur. PT Pegadaian (Persero), PT Bahana Artha Ventura dan PT
Permodalan Nasional Madani (Persero) yang akan menyalurkan dana Pembiayaan
UMi. Pencairan dana akan dijamin mudah dan cepat.
Siapa saja
yang berhak mendapatkan UMi?
Jawaban atas pertanyaan itu adalah semua orang. Semua
Warga Negara Indonesia berhak mendapatkan UMi. Ada tiga syarat sederhana yang
diberikan oleh pemerintah:
- Tidak
sedang dibiayai oleh lembaga keuangan/koperasi.
- Warga
Negara Indonesia (WNI) dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan
Elektronik.
- Memiliki
ijin usaha/keterangan usaha dari instansi pemerintah dan/atau surat
keterangan usaha dari penyalur.
Mudah dan sederhana sekali bukan, syarat untuk
mendapatkan UMi? Ya, saya rasa ini karena pemerintah benar-benar ingin
memberikan bantuan modal untuk para pelaku usaha mikro tanpa terkecuali.
Solusi Ide Bisnis Kreatif Minim
Modal
- Untuk
Anak Muda
Saat berada di masa kuliah, saya berkenalan dengan
PKM (Program Kreativitas Mahasiswa). Para mahasiswa membuat proposal untuk
didanai. Beberapa kali saya mengikuti program ini dan memerhatikan bahwa ada
banyak sekali mahasiswa yang mengajukan proposal dengan tema kewirausahaan.
Begitu banyak ide kreatif tentang produk yang ingin dihasilkan. Sayangnya, tak
semua bisa lolos proses seleksi. Itu artinya, ada banyak ide usaha yang gugur
karena tidak ada ketersediaan modal. Sebagian mahasiswa, apalagi yang berada di
garis ekonomi menengah ke bawah tidak punya cukup modal untuk mengembangkan
idenya. Ide-ide itu hanya berakhir pada tumpukan kertas proposal yang tak terpakai lagi.
Kehadiran UMi mungkin bisa saja menjadi suntikan
semangat untuk mereka. Jika tidak lolos proses seleksi, maka mereka bisa
mengajukan pinjaman modal pada UMi untuk mewujudkan impian bisnisnya. Saya
harap pemerintah melakukan sosialisasi dengan lebih banyak lagi pada para mahasiswa yang ingin merintis bisnis kecilnya.
Sekaligus menyuntikkan banyak keberanian agar mereka memulai usahanya lewat
uluran tangan UMi.
- Untuk
Masyarakat
Di gang-gang kecil desa, mungkin saja ada banyak
sekali para pelaku usaha mikro yang bermimpi besar. Mereka ingin usahanya maju,
tapi stagnan di tempat karena terbatas modal. Atau mereka ingin mewujudkan
impian bisnis yang selama ini hanya ada di pikiran. Hadirnya UMi bisa menjadi
penolong bagi mereka. Sosialisasi yang lebih banyak lagi mungkin akan membantu
mempertemukan UMi dengan para pejuang bisnis mikro. Selain itu, mindset seorang
pebisnis juga boleh dibina oleh pemerintah. Agar para pelaku maupun calon
pelaku bisnis mikro semakin mempunyai keberanian untuk mewujudkan impian
usahanya. Dan, agar UMi semakin tepat sasaran lagi bermanfaat untuk yang membutuhkan.
#UMicroScope #KenaliUMiLebihDekat

0 komentar:
Posting Komentar