Dari 104.7 FM, Dira menemukan nama Musika beserta nomor
ponselnya. Musika hanya nama julukan. Dua belas tahun lalu, tidak ada tinder,
tidak ada ‘biro jomblo’ seperti yang dipelopori Alit di twitter. Orang-orang
mencoba peruntungan lewat acara radio. Dan, itulah yang dilakukan oleh Musika.
Setiap malam, Dira hanya mendengarkan acara itu. Ia mencatat
nama dan nomor ponsel yang dibacakan. Sayangnya, ia tak punya ponsel. Ia tak
mampu menghubungi nama julukan yang mencuri perhatiannya. Satu tahun berlalu,
tabungan Dira ditukar dengan sebuah ponsel. Saat itu ia tengah dekat dengan
seorang laki-laki yang bekerja di dekat kantor. Setiap istirahat makan siang
dan pulang kerja, mereka selalu ngobrol ngalor-ngidul. Tetapi, semuanya tidak
berjalan lancar.
Kesendirian membuat Dira mencari buku catatan di masa lalu.
Ia menemukan banyak nama dan nomor ponsel dari acara radio di masa lalu itu.
Lama ia memandangi catatannya. Lama ia berpikir, mana yang akan dihubungi. Dan,
berlabuhlah matanya pada nama Musika. Sebuah nama yang menarik hatinya. Sebuah nama
yang akhirnya selalu dikirimi surat seminggu sekali. J
Ya, setelah satu-dua pesan singkat perkenalan, mereka
memutuskan untuk berkirim surat. Tahun-tahun berlalu, puluhan surat saling
dikirim, dan akhirnya intuisi Dira untuk menghubungi Musika mengantarkannya
pada simpul hubungan seumur hidup. Sekarang mereka berbahagia bersama satu
anaknya. J
Catatan: nama tokoh disamarkan. Saluran frekuensi radio
bukan yang sebenarnya. Entah itu, ada atau enggak frekuensi segitu. Hahaha. Dan
sekarang entah masih ada atau enggak acara pencarian jodoh di radio. Hahaha.

0 komentar:
Posting Komentar