Senin, 26 Agustus 2019

Diet(?)


Diet? Boleh aja kok. Emm.. tapi kalau tujuan dietnya untuk melebihkan diri sendiri dan melihat orang lain dengan kacamata ‘ketidaksempurnaan’, itu sangat salah. Jika dalam hati ada sebutir debu niat yang berkata bahwa “saya diet agar badan saya bagus, tidak seperti kamu”, maka sebenarnya bukan diet yang dibutuhkan tetapi main yang jaaauuhhh. Hahahaha! Pemikiran terlalu sempit, lalu membawa ke ujung simpulan salah kaprah kadang menyakiti orang lain. :’)
Body Shaming. Disebut demikian, dan di sini saya sering mendengarnya bahkan pernah mengalami. Saya pernah ada di satu titik tidak mau dibonceng orang lain. Karena beberapa ada yang bilang teralu berat, gendut, dan lain-lain. Lebih baik saya menghindari keadaan itu daripada hanya menerima kalimat sampah dari mereka.
Kadang, saya tanya “eh, aku berat, ya. Maaf, ya.” Saat jawabannya “enggak, kenapa kamu minta maaf”. Duh, ingin kuajak hidup bersama selamanya orang-orang macam itu. Tapi, ya, lebih banyak yang berkata sebaliknya, sih. Hahaha.
Saya pun pernah ada di fase diet untuk orang lain. Pernah, agar si dia suka sama saya karena tipenya cewek-cewek kurus kaki panjang macam girlband koryah. Tapi pandangan saya berubah, saat melihat pasangan yang mereka tidak memandang fisik sama sekali. Tidak masalah apapun bentukmu, asal sejiwa ya sudah, asal satu frekuensi ya sudah, hal remeh-temeh bentuk fisik tidak akan jadi soal. Dan, saya melihat kebahagiaan di antara mereka sangat berlimpah. Pernah, agar orang lain memandang saya lebih baik daripada sebelumnya, agar tidak di “body-shaming” lagi. Tetapi, lama-lama saya juga menyadari bahwa saya tidak perlu dihargai oleh orang-orang yang memandang dalam satu sisi. Apalagi hanya dari segi fisik. HAHA! Teman-teman dekat yang saya sayangi tidak pernah seperti itu.
Dan, ya, terakhir. Sebagai pengingat saja. Bahwa Tuhan sudah menciptakan manusia dalam sebaik bentuk. Semua orang, bagaimana pun wujudnya. Jadi, hargai semuanya.
Diet? Boleh saja. Boleh banget. Untuk diri sendiri yang lebih baik bukan untuk orang lain atau untuk kata sempurna dari orang lain. Mari, menerima diri sendiri dengan bahagia. Lalu menemukan orang lain yang mau menerima diri kita dengan bahagia pula. J

Putri.

0 komentar:

Posting Komentar