...dan kau ada di antara milyaran manusia
dan kubisa, dengan radarku menemukanmu...
Dari belahan bumi lain, sebuah cerita bergulir saat mobil Rha mogok. Sekian banyak kendaraan lain yang lewat, hanya mobil Herman yang berhenti. Ia memberi bantuan pada Rha. Dan, dalam hitungan bulan, Herman sudah menjadi seseorang yang akan selalu membantu Rha dalam hal apa pun. Selanjutnya, seterusnya dan seumur hidup mereka.
Lain soal dengan Lena. Di penghujung sendirinya yang hampir lima tahun, ia mendapati bahwa Adi ternyata penggenap jiwanya. Empat tahun lalu, Adi hanya seorang teman berbagi diskusi soal pekerjaan. Ya, mereka satu kantor selama dua tahun dan tidak pernah terjadi apapun dalam bilangan tahun itu. Di satu sisi yang hampa, Adi tiba-tiba menghubungi Lena lagi. Hanya dari bertanya kabar, lalu semuanya berujung pada kecocokan dan hubungan yang matang.
Saya percaya, pertemuan-pertemuan berharga itu didasari oleh sesuatu yang magis. Entah bagaimana, hati bisa menggerakkan raga manusia untuk mencapai pertemuan-pertemuan itu. Ketika dikenang menyisakan kesan yang hangat dan dalam.
Intuisi. Saya rasa itulah benang merah dari semua proses penggerak hati ke raga. Di sini, saya akan menuliskan pertemuan-pertemuan berharga itu. Dengan mana yang disamarkan atau dengan nama asli. Tentu saja atas seijin pemilik pertemuan manis itu. Saya akan membawa pertemuan berharga itu ke dunia fiksi, tetapi pertemuan itu tetap milik kalian. :)
Jika ingin kisahnya dituliskan, boleh banget, kok. Saya akan sangat senang. :)

0 komentar:
Posting Komentar