Beberapa
waktu lalu, saya menemukan akun instagram mantan. Melihat beberapa
postingannya. Kemudian merasa sedikit “kacau” lagi. Ingat masa lalu yang begitu
menyakitkan. Ini sudah saya alami berkali-kali.
Saya
tidak pernah menceritakannya pada siapa pun. Orang lain memandang saya sebagai
seseorang yang sudah melepaskan masa lalu itu. Tidak pernah terdistrak masa
lalu lagi. Saya terlihat baik-baik saja. Saya tidak pernah membicarakan apa
yang saya rasakan pada orang lain. Jadi, saya tidak pernah menerima saran untuk
semua itu. Kemudian, kekacauan ini saya rasakan berulang-ulang.
Semalam,
saya memutuskan untuk bercerita pada seseorang. Dia memberi saran agar saya
segera melepaskan rasa sakit di masa lalu. Agar hidup lebih ringan. Saya pun
memikirkan saran ini. Dan, saya menyadari bahwa kesalahan saya adalah belum
memaafkan diri saya yang dulu.
Dulu,
saya pernah melakukan suatu kesalahan. Saya mengakuinya. Saya menyesalinya.
Tapi, ternyata saya belum memaafkan diri yang bersalah waktu itu.
Diri
yang belum saya maafkan waktu itu kemudian menjadi kerikil yang masih saya
rasakan ketidaknyamanannya hingga sekarang. Menghambat saya untuk bahagia dan
bebas. Menghambat hati saya untuk merasa lega.
Maka,
saya ingin membisikkan ini pada diri sendiri, “wahai hati, maafkanlah diriku
yang pernah melakukan kesalahan di masa lalu. Karena aku tidak mampu mengulang
masa lalu dan mencegah diriku berbuat salah. Aku hanya bisa melepaskannya. Dan,
maafkanlah diriku di masa lalu.”
Saya
merasa agak lega setelah menulis ini. Semoga saja setelah ini, tidak ada lagi
kerikil yang tersisa. Tidak ada lagi rasa kacau yang mendera diri saya. Semoga
saya lebih bahagia.



Memaafkan diri sendiri memang tak semudah yg dibayangkan..
BalasHapusIya Kak, butuh waktu ternyata. :'(
HapusSayapun lagi terus belajar memaafkan..terutama memaafkan diri sendiri 😢
BalasHapusSemangat Mbak,
Tatat
Sama-sama semangat mbak. :D Eh, btw Mbak Tatat kuliah di LN? Aku mau tanya-tanya kalau boleh. Hehehehe.
Hapus