Saya sedang ingin menulis
(lagi). Setelah sekian lama tak menulis, berlindung di balik kata lelah dan tak
ada waktu. Saya mulai rindu duduk di dekat jendela, bersama sepotong kaktus
kecil di pot warna ungu, lalu menuliskan sebuah kisah. Saya mulai rindu tiba-tiba
terbangun dari tidur atau segera keluar dari kamar mandi hanya untuk menulis
ide yang terlintas. Saya mulai rindu menjalin ikatan batin dengan tokoh-tokoh fiksi
yang saya ciptakan. Saya rindu menulis. :’))
Blog yang mulai
dihinggapi sarang laba-laba ini harus diisi lagi. Maka, seperti biasa, saat
ingin menulis hal-hal random di blog, saya mengambil tema dari Writing
Challenge. Dan kali ini saya memilih tema: “Write a story about your favorite fictional
character”.
Landon Carter. Nama
pertama yang terlintas di kepala saat membaca tema itu. Landon adalah karakter
fiksi di novel dan film ‘A Walk to Remember’. Sebuah kisah lawas yang
sebenarnya cengeng, tapi kok ya saya tetap suka dengan jalan ceritanya. Hehehe.
Kan, nyebelin ya. *tetiba kezel sama diri sendiri. Tapi, Landon memang pantas
mendapatkan banyak fans. Saya sangat berterima kasih pada penulis yang sudah
menciptakan karakternya.
Di awal cerita, Landon
terlihat nakal. Bersama gengnya, dia mengerjai seseorang untuk lompat ke sebuah
bendungan sebagai syarat masuk geng. Ketika orang tersebut tenggelam, Landon
menolongnya. Sementara semua temannya kabur. Landon sebagai satu-satunya ‘tersangka’
mendapatkan hukuman. Hukuman-hukuman itu yang justru membuat karakternya yang
penuh kasih sayang dan manly banget mulai terlihat. Hukuman itu pula
yang akhirnya membuatnya dekat dengan seorang perempuan.
Perempuan itu telah dicap
aneh oleh semua orang. Tapi, Landon justru menemukan sesuatu yang lain di dalam
diri perempuan itu. Landon tak mempedulikan penampilan si perempuan yang kuno dan
sering menjadi bahan olok-olokan di kampus. Landon tak peduli dengan kata’aneh’
yang semua orang labelkan pada perempuan itu. Karena di dalam diri perempuan
itu, dia menemukan sesuatu yang berbeda. Landon menemukan kepercayaan pada
keajaiban dan kebaikan hidup, yang selama ini tak pernah terlintas di
kepalanya. Karena di benaknya hanya ada tentang bersenang-senang.
Kebaikan-kebaikan di
dalam diri perempuan itu justru membuat karakter baik Landon semakin terlihat. Landon
berusaha keras mewujudkan impian perempuan itu. Landon menerima perempuan itu
apa adanya. Landon berbaikan dengan ayahnya. Dan, Landon berdamai dengan
dirinya sendiri.
Sebuah karakter yang
tak mungkin kulupakan dan akan selalu kusukai.
Udah ah, itu aja. Ngantuk.
Heuheu.
Jogja, 22 September 2018.
*aaahhhh lega rasanya dah nulis satu halaman.
Ngalahin panasnya badan, capeknya badan, dan ngantuknya mata. lampaui dirimu
sendiri, put! :)


0 komentar:
Posting Komentar