Sabtu, 22 September 2018

My favorite fictional character





Saya sedang ingin menulis (lagi). Setelah sekian lama tak menulis, berlindung di balik kata lelah dan tak ada waktu. Saya mulai rindu duduk di dekat jendela, bersama sepotong kaktus kecil di pot warna ungu, lalu menuliskan sebuah kisah. Saya mulai rindu tiba-tiba terbangun dari tidur atau segera keluar dari kamar mandi hanya untuk menulis ide yang terlintas. Saya mulai rindu menjalin ikatan batin dengan tokoh-tokoh fiksi yang saya ciptakan. Saya rindu menulis. :’))
Blog yang mulai dihinggapi sarang laba-laba ini harus diisi lagi. Maka, seperti biasa, saat ingin menulis hal-hal random di blog, saya mengambil tema dari Writing Challenge. Dan kali ini saya memilih tema: “Write a story about your favorite fictional character”.
Landon Carter. Nama pertama yang terlintas di kepala saat membaca tema itu. Landon adalah karakter fiksi di novel dan film ‘A Walk to Remember’. Sebuah kisah lawas yang sebenarnya cengeng, tapi kok ya saya tetap suka dengan jalan ceritanya. Hehehe. Kan, nyebelin ya. *tetiba kezel sama diri sendiri. Tapi, Landon memang pantas mendapatkan banyak fans. Saya sangat berterima kasih pada penulis yang sudah menciptakan karakternya.
Di awal cerita, Landon terlihat nakal. Bersama gengnya, dia mengerjai seseorang untuk lompat ke sebuah bendungan sebagai syarat masuk geng. Ketika orang tersebut tenggelam, Landon menolongnya. Sementara semua temannya kabur. Landon sebagai satu-satunya ‘tersangka’ mendapatkan hukuman. Hukuman-hukuman itu yang justru membuat karakternya yang penuh kasih sayang dan manly banget mulai terlihat. Hukuman itu pula yang akhirnya membuatnya dekat dengan seorang perempuan.
Perempuan itu telah dicap aneh oleh semua orang. Tapi, Landon justru menemukan sesuatu yang lain di dalam diri perempuan itu. Landon tak mempedulikan penampilan si perempuan yang kuno dan sering menjadi bahan olok-olokan di kampus. Landon tak peduli dengan kata’aneh’ yang semua orang labelkan pada perempuan itu. Karena di dalam diri perempuan itu, dia menemukan sesuatu yang berbeda. Landon menemukan kepercayaan pada keajaiban dan kebaikan hidup, yang selama ini tak pernah terlintas di kepalanya. Karena di benaknya hanya ada tentang bersenang-senang.
Kebaikan-kebaikan di dalam diri perempuan itu justru membuat karakter baik Landon semakin terlihat. Landon berusaha keras mewujudkan impian perempuan itu. Landon menerima perempuan itu apa adanya. Landon berbaikan dengan ayahnya. Dan, Landon berdamai dengan dirinya sendiri.
Sebuah karakter yang tak mungkin kulupakan dan akan selalu kusukai.

Udah ah, itu aja. Ngantuk. Heuheu.

Jogja, 22 September 2018.

*aaahhhh lega rasanya dah nulis satu halaman. Ngalahin panasnya badan, capeknya badan, dan ngantuknya mata. lampaui dirimu sendiri, put! :)


0 komentar:

Posting Komentar