Lama-lama saya
minder untuk jatuh cinta. Saya nggak cantik, badan saya nggak proporsional, penampilan
saya nilainya minus, saya nggak kaya, barang-barang yang saya miliki bukan
kualitas terbaik.
Rasa tak percaya
diri itu datang dan makin kuat saat dipertemukan dengan seorang teman, Mbak Rani. Setiap pagi, dia
bertanya: apakah dia cantik? Lebih cantik dia atau si A? Lebih cantik dia atau
si B? Saya yang jauh dari kata cantik hanya bisa menjawab bahwa dia cantik.
Dari obrolan-obrolan kamar yang muncul pun, Mbak
Rani selalu bilang bahwa faktor utama dari jatuh cinta adalah kecantikan wajah.
Dia pernah bercerita tentang si A dan si B yang katanya menyukainya. Lalu, dia
berkata “apa aku secantik itu sampai keduanya menyukaiku?”.
Saya yang mungkin saja terlalu polos, berpandangan
bahwa jatuh cinta tak melulu soal kecantikan wajah. Saya memberi tahu Mbak Rani
bahwa jatuh cinta bisa terjadi karena kepribadian, bukan hanya karena rupa.
Kedua laki-laki itu menyukai Mbak Rani bisa jadi karena kepribadiannya, tak
hanya melihat wajah.
Tapi, obrolan-obroan kamar yang terjadi selalu
bermuara pada satu hal yang dipercaya Mbak Rani bahwa seorang laki-laki akan
jatuh cinta pada kita karena kita berwajah cantik. Dan, saya tak tahu mengapa
prinsip itu lama-lama membuat saya minder jatuh cinta. Alasannya karena saya
tak punya wajah yang cantik.
Dulu, bagi saya jatuh cinta adalah kecocokan batin. Tak
hanya soal wajah yang cantik atau ganteng, tak hanya soal materi. Jatuh cinta
adalah tentang; seseorang yang bisa menenangkan saat dada dan kepala terasa
bagai neraka, dua cangkir kopi di pagi hari sambil berbagi pandangan hidup, dan
pengertian yang dalam terhadap hidup masing-masing. Tapi, sekarang saya sulit
memercayai itu lagi, karena apa yang dikatakan Mbak Rani ada benarnya. Jatuh
cinta adalah perkara kecantikan wajah.
Untuk
orang-orang yang tak cantik seperti saya, dibutuhkan
keberanian untuk jatuh cinta, dibutuhkan kepercayaan
diri untuk jatuh cinta. Dan, sekarang kepercayaan diri maupun keberanian saya
sedang hilang.
Yogyakarta, 4 September 2018.
sumber gambar: google


0 komentar:
Posting Komentar