Selasa, 04 September 2018

Kepercayaan Diri Untuk Jatuh Cinta




Lama-lama saya minder untuk jatuh cinta. Saya nggak cantik, badan saya nggak proporsional, penampilan saya nilainya minus, saya nggak kaya, barang-barang yang saya miliki bukan kualitas terbaik.

Rasa tak percaya diri itu datang dan makin kuat saat dipertemukan dengan seorang teman, Mbak Rani. Setiap pagi, dia bertanya: apakah dia cantik? Lebih cantik dia atau si A? Lebih cantik dia atau si B? Saya yang jauh dari kata cantik hanya bisa menjawab bahwa dia cantik.
Dari obrolan-obrolan kamar yang muncul pun, Mbak Rani selalu bilang bahwa faktor utama dari jatuh cinta adalah kecantikan wajah. Dia pernah bercerita tentang si A dan si B yang katanya menyukainya. Lalu, dia berkata “apa aku secantik itu sampai keduanya menyukaiku?”.

Saya yang mungkin saja terlalu polos, berpandangan bahwa jatuh cinta tak melulu soal kecantikan wajah. Saya memberi tahu Mbak Rani bahwa jatuh cinta bisa terjadi karena kepribadian, bukan hanya karena rupa. Kedua laki-laki itu menyukai Mbak Rani bisa jadi karena kepribadiannya, tak hanya melihat wajah.

Tapi, obrolan-obroan kamar yang terjadi selalu bermuara pada satu hal yang dipercaya Mbak Rani bahwa seorang laki-laki akan jatuh cinta pada kita karena kita berwajah cantik. Dan, saya tak tahu mengapa prinsip itu lama-lama membuat saya minder jatuh cinta. Alasannya karena saya tak punya wajah yang cantik.

Dulu, bagi saya jatuh cinta adalah kecocokan batin. Tak hanya soal wajah yang cantik atau ganteng, tak hanya soal materi. Jatuh cinta adalah tentang; seseorang yang bisa menenangkan saat dada dan kepala terasa bagai neraka, dua cangkir kopi di pagi hari sambil berbagi pandangan hidup, dan pengertian yang dalam terhadap hidup masing-masing. Tapi, sekarang saya sulit memercayai itu lagi, karena apa yang dikatakan Mbak Rani ada benarnya. Jatuh cinta adalah perkara kecantikan wajah.

Untuk orang-orang yang tak cantik seperti saya, dibutuhkan keberanian untuk jatuh cinta, dibutuhkan kepercayaan diri untuk jatuh cinta. Dan, sekarang kepercayaan diri maupun keberanian saya sedang hilang.

Yogyakarta, 4 September 2018.

sumber gambar: google

0 komentar:

Posting Komentar