Rabu, 25 Juli 2018

Pengalaman Baru: Satu 'Atap' dengan Lelaki




Hidup, memang nggak ada yang tahu!
Akhir-akhir ini saya sedang memercayai ungkapan itu. Berawal dari keputusan saya untuk resign dari kerjaan lama. Lalu, beberapa waktu kemudian, dalam jangka waktu yang singkat, saya pindah ke Jogja. Saya nggak pernah memikirkan dua hal itu akan terjadi. Tapi, ternyata hidup membawa saya untuk melaluinya. Tiba-tiba saja ada sesuatu yang mendorong saya untuk resign. Dan juga, tiba-tiba saja saya diterima kerja di Jogja. Lalu, secara tiba-tiba lagi orang tua saya merestui rencana pindah ke Jogja. Padahal sebelumnya orang tua saya sangat 'overprotective' jika mendengar gagasan saya akan merantau. Tapi ya, seperti yang saya bilang diawal: hidup memang nggak ada yang tahu. Saya tak pernah tahu jika ternyata malam ini, saya sedang menulis blog di kantor Prosus Inten Yogjakarta. Heuheu.
Saya juga tak pernah menyangka akan hidup satu atap bersama laki-laki. Sejak kuliah, melihat tulisan 'kost campur' saja saya enggan. Karena yang terlintas di pikiran saya saat itu hanyalah hal-hal negative. Takut terjadi ini-itulah atau apalah. Jadi, saya benar-benar menyingkirkan 'kost campur' dalam pikiran. Sama sekali tak mau dekat-dekat dengan kata itu.
Tapi, hidup memang tak ada yang tahu. Karena sekarang saya justru terjebak dalam lingkungan yang demikian. Saya hidup satu atap dengan para lelaki. Awalnya, batin saya menolak karena saya merasa ini bukan diri saya. Saya merasa ingin berlari. Tapi, saya tak tahu harus lari ke mana, dan keadaan menempatkan saya di sini. Perlahan, saya mulai menerima apa yang keadaan tempatkan untuk diri saya. Dan, saya menemukan beberapa hal yang dulunya tak pernah terlintas di pikiran.
Ternyata, semuanya tak seburuk apa yang pernah saya pikirkan. Saya tak bilang ini hal baik, tapi tak sepenuhnya buruk.
Pertama, tentang menjaga diri sendiri. Kenapa kita terlalu takut dengan terjadinya sesuatu yang negative, jika kita bisa menjaga diri sendiri dengan baik? Hal pertama memang berawal dari diri sendiri. 
Kedua, tentang menghormati privasi orang lain. Ada beberapa hal milik orang lain yang kita tak perlu tahu dan tak usah tahu. Menghormati privasi orang lain dengan sebaik-baiknya adalah kunci untuk hidup bersama tanpa melakukan pelanggaran.
Ketiga, tentang mengetahui hidup lawan jenis. Ini bisa jadi pengetahuan bagi kaum awam, tentang hidup lawan jenis yang sesungguhnya. Tentang bagaimana 'kotor dan berantakannya' hidup para laki-laki. Hahahah!
Sekali lagi, ini bukan berarti saya setuju dengan gagasan tinggal seatap para lawan jenis. Hanya memberi sudut pandang lain, agar semuanya tak melulu negative yang masuk ke pikiran kita.



Putri. Yogjakarta, 25 Juli 2018.

*sumber gambar: google

0 komentar:

Posting Komentar