Tiga
minggu yang lalu, saya mencoba untuk buka online
shop. Berjualan baju, mengambil dari beberapa toko di luar kota. Selain
untuk menambah kesibukan, juga untuk membantu keuangan keluarga. Saya merasa
harus melakukan sesuatu yang sebenarnya bukan saya. Tapi, tidak ada salahnya
mencoba.
Seminggu
berjalan, saya merasa tidak suka dengan ini. Pertama, sistemnya saya menjual
barang milik orang lain. Saya tidak tahu pasti semua baju itu bahannya seperti
apa, kualitasnya seperti apa. Ketika ada konsumen yang bertanya, saya tidak
bisa menjawab dengan pasti dan mantap. Ketika ada konsumen yang membeli, saya
merasa khawatir. Khawatir kalau nanti barangnya beda jauh dengan foto yang saya
pasang. Kalau barangnya tidak sesuai harapan, saya akan membuat konsumen
kecewa. Dan, saya merasa tidak suka dengan perasaan seperti itu.
Dari
apa yang saya alami itu, justru saya menemukan diri saya yang lain. Diri yang
mungkin saja dulu pernah saya sadari, tapi belum diyakini. Sekarang, saya tahu
kalau lebih cocok berkarya sendiri daripada menjual karya orang lain. Saya
lebih senang membuat sesuatu sendiri. Jika ada yang suka, sila dibeli. Kalau
tidak, saya sudah merasa puas dengan apa yang saya ciptakan sendiri itu. Jadi,
saya semakin mantap dengan jati diri sebagai seorang “pembuat karya”. Dulu,
saya juga sedikit menyadari ini. Tapi, dulu belum ada pengalaman dan bukti yang
membuat saya meyakininya. Lewat mencoba hal baru yang saya kurang suka dan
cocok ini—membuka online shop—saya bisa meyakinkan diri sendiri. Saya jadi
sadar, ternyata mencoba sesuatu yang salah bukanlah sebuah kesalahan. Kadang
mencoba sesuatu yang salah justru bisa membawa diri pada dampak baik, seperti
yang terjadi pada diri saya.
Kedua,
menjalankan bisnis semacam ini membuat saya kehilangan sebagian hal berharga
dan saya sukai. Berhari-hari saya diliputi perasaan cemas dan tidak enak saat
menunggu barang. Khawatir kalau barang jauh dari foto dan harapan. Sebagian
konsentrasi saya hilang. Sehingga hari-hari yang saya lalui terasa janggal.
Saya tidak menjadi diri saya yang seratus persen seperti biasanya. Saat
mengajar les, saya banyak salah dalam menghitung, menulis angka, menulis rumus,
dan memberi penjelasan.
Sekolah
Toefl dan Sekolah Inggris yang saya jalankan juga terbengkalai. Padahal
biasanya saya bisa mempelajari materi dengan baik. Mengerjakan soal-soal di handbook dan question of the day dengan sedikit kesalahan. Materi pun biasanya
saya selesaikan jauh-jauh hari sebelum pembahasan. Tapi, minggu kemarin saya
tidak melakukannya dengan maksimal. Dan, saya tidak suka itu. Saya menyesal
saat semua itu sudah terlewat.
Aktivitas
menulis saya juga terhenti. Saya sibuk membalas chat konsumen dan menanyakan stok ke pusat. Waktu menulis saya
tersita. Padahal saya sudah punya beberapa ide untuk ditulis. Target jumlah
tulisan di Bulan Februari untuk posting
di blog juga tidak terpenuhi. Bahkan saya bolos setor ke #1minggu1cerita karena
terlalu sibuk dan tidak sempat menulis satu tulisan pun dalam waktu satu minggu
itu. Selain itu, pikiran saya juga kacau dengan urusan online shop yang saya rasa baru sebagai penyesuaian. Jadi, otak
saya tidak bisa memproduksi satu kalimat di sela-sela kesibukan seperti
biasanya.
Saya
merenung dan belajar. Akhirnya, saya menemukan satu pikiran yang membuat
nyaman. Online shop yang saya buka
harus didasarkan pada sampingan saja. Bukan sesuatu yang secara obsesi ingin
dikembangkan menjadi bisnis besar. Saya menjalani ini sebatas karena suka
mencari baju-baju yang bagus untuk dijadikan referensi saat ingin membeli. Beberapa
teman kadang merasa suka dengan apa yang saya beli dan pakai itu. Tidak ada
salahnya jika saya mencoba sebagai penjual produk itu juga daripada selalu
hanya sebagai konsumen. Kalau ada yang suka dan mau ya dilayani. Kalau tidak,
saya tidak akan rugi. Karena niat sharing
baju bagus saya sudah terpenuhi. Jalani saja semua ini dengan santai.
Dan,
saya ingin kembali pada hal-hal yang saya cintai. Membaca buku, menulis,
belajar bahasa inggris, mewarnai, nonton film, mencoba resep baru dan belajar
membuat scrapbook. Saya akan
menjalani apa yang membuat bahagia dan menjadikan apa yang saya kerjakan sebuah
kebahagiaan.
*ditulis untuk @1minggu1cerita.
*merasa sedih sudah beberapa kali absen.



0 komentar:
Posting Komentar